Jadi Blogger Pemula

Diperbarui: 4 hari yang lalu

Mengawali postingan pertama di kategori Jadi Blogger, di sini aku ingin sharing cara menjadi blogger pemula berdasarkan pengalamanku. Bisa di bilang, aku masih pemain baru di bidang ini. Masih belum ada apa-apanya di bandingkan dengan blogger lama. Di bulan Februari inipun, TravelBeib berusia 11 bulan. Ibarat bayi, masih piyik dan pelan-pelan lagi belajar napak.


Cara Jadi Blogger Pemula


Walau masih piyik, ternyata banyak teman-teman yang DM ke aku via Instagram. Mereka meminta tips menjadi blogger dan juga menanyakan bagaimana caranya. Sungguh ada rasa terharu campur tidak pede juga di tanya begitu, karena akumah apatuh belum jadi siapa-siapa. Berhubung belum bisa menjawab satu per satu, ku pikir lebih baik menjawabnya di blogku saja.


Aku rasa, TravelBeib merupakan wadah yang pas untuk kita bisa saling berbagi. Di kategori inipun, ku khusus pakai bahasa Indonesia. Supaya bisa di baca oleh teman-teman yang Warga Negara Indonesia. Tentunya dengan gaya ceritaku yang apa adanya. Semoga dengan adanya aku berbagi di sini, kita bisa saling memotivasi dan menginspirasi satu sama lain.

Transisi Dari Pengusaha Ke Blogger


Sebelum memutuskan untuk menjadi blogger, aku punya perusahaan sendiri. Puluhan tahun kerjanya di bidang Periklanan dan Event Organizer. Untuk tahu portfolioku bisa lihat disini. Dulu, jam kerjaku sangat padat. Tahu sendiri kan bagaimana penatnya kehidupan dunia agency dan event seperti apa? Lalu aku bosan dan memutuskan ingin pensiun dini. Alasan utamanya karena ingin punya waktu lebih untuk keluarga, ingin ngerasain jadi nyonyah di rumah dan ingin menuhin hasrat terpendam menjadi penulis.


From somebody to nobody. Itulah yang aku rasakan di dalam masa transisi. Jadi CEO di perusahaan sendiri, tanggung jawabnya besar. Tiap bulannya harus memberi gaji puluhan kepala keluarga, para singlewati dan jomblowan. Meski berat, tetapi masih jauh lebih enak. Karena ada mereka yang sebagai tim, orang keuangan dan sekretaris yang bisa membantu dan menyelesaikan semua pekerjaan. Jadi blogger tanggung jawabnya tidak sebesar CEO. Tapi, pekerjaannya tidak hanya menulis konten saja. Kamu juga harus bisa menjadi creative thinker, conceptor, editor, designer, fotografer dan content maker untuk branding diri sendiri, yaitu blog kamu.


Sebenarnya bisa aja kamu membayar orang untuk mengerjakan semua itu. Tapi percayalah, hasilnya pasti akan beda. Waktu di awal, aku pernah bayar orang untuk bikin website. Eh gak taunya orangnya is gone. Dari situ akhirnya ku jadi belajar design website sendiri. Belajar cara menulis yang benar. Bikin konten yang SEO qualified. Belajar bikin filter foto #TravelBeibPresets di Lightroom. Dan masih banyak lagi yang ku pelajari sampai hari ini.


Selain belum rajin menulis, tantangan terberatku menjadi blogger adalah melawan rasa malas posting di sosial media. Sosmed masa kini tidak semenyenangkan seperti masa lalu. Padahal waktu awalnya ada Facebook, Instagram dan Path, aku terlalu sering posting di tiga sosmed tersebut. Berbekal dengan sering bepergian dan suka posting di sosmed. Ku pikir menjadi Travel Blogger bisa menjadi pekerjaan baru yang sangat mudah. Ternyata tidak semudah yang ku kira. Masa transisi dari pengusaha menjadi bloggerpun membutuhkan waktu selama 1.5 tahun, untuk adaptasi dan mendalami dunia perbloggeran.


Apapun pekerjaan yang kita lakukan. Akan selalu ada plus minusnya. Yang di perlukan hanyalah ketekunan kita dalam menjalaninya.

Persiapan Jadi Blogger


Sebelum kamu memantapkan diri untuk menjadi blogger. Berikut ada 5 tips penting yang perlu kamu siapkan, berdasarkan pengalaman pribadiku.


  1. Siapkan Mental

Untuk jadi seorang blogger, kamu harus siapkan mental untuk tahan banting, tidak boleh sensi, tidak boleh gampang sakit hati, tidak boleh sinis, harus terima kritikan (jika memang untuk perbaikan) dan tidak boleh sombong. Berat? Tentunya. Karena di luar sana akan selalu ada yang lebih bagus, lebih kreatif dan lebih jago daripada kita.


Di awal mulai ngeblog, jangan berharap akan dapat banyak dukungan dari teman terdekat. Alasannya karena banyak dari mereka yang malas baca, sangat sibuk, takut kehabisan quota dan bahkan ada yang memang gak suka aja kalau lihat temannya berkarya. Sad but true, tapi ini yang terjadi di aku. Di saat blogku baru tayang hanya ada 10% dari teman-temanku yang buka website TravelBeib. Bahkan banyak teman di grup WhatsApp pun yang sampai sekarang belum baca. Sedih? Pastinya. Tapi lucunya, justru 90% sisa pembacaku malah orang-orang dari negara dan kota lain yang semuanya tidak ada yang ku kenal.


Akan ada kalanya ketika kita sudah bikin tulisan dengan sepenuh hati dan jiwa. Taunya gak ada yang komen, meski banyak yang ngeview. Rasanya seperti menulis pada diri sendiri di diary. Ini terjadi di artikelku yang ini. Sampai detik ini pun juga belum ada yang komen. Eaaaa curcol, tapi gak boleh Baper.


Tidak semua orang akan menyukaimu, tapi tidak semua orang akan membencimu

Kesel dan ngambek boleh, tapi jangan jadikan alasan untuk kita mandek berkarya. Karena tiap harinya akan selalu ada hal-hal baik yang bisa kita share ke dunia melalui tulisan kita.


2. Percaya Diri


Salah satu cita-citaku yang belum kesampaian dari dulu adalah jadi penulis. Di saat blogku udah mau tayang, tiba-tiba aku kena anxiety attack. Rasa percaya diriku langsung hilang dalam sekejap. Blogpun akhirnya baru tayang 3 bulan kemudian. Di pikiranku saat itu nongol berjuta “What If?”. Padahal the big “What If?” yang harus ku tanyakan dalam diriku adalah,


“What if I don’t do it now? I will never know.”

Ingat, di dunia ini ada 7.623.390.000 manusia. Berdasarkan DreamHost, ada hampir 409 juta orang di antaranya melihat lebih dari 23,7 miliar halaman blog setiap bulannya. Jadi kamu tidak perlu khawatir kalau gak bakalan ada yang baca blog kamu. Jika ingin membuat pembaca suka dengan tulisan kamu, kamu harus percaya diri akan kemampuan diri kamu sendiri.


3. Aktif Di Sosial Media


Sosmed bisa menjadi tempat yang menguntungkan sekaligus menghancurkan. Untung secara profit, hancur secara mental. Jujur, ini salah satu tantangan terberatku menjadi blogger. Harus aktif di sosmed di saat lagi enegnya sama sosmed. Tiap buka sosmed isinya orang ingin tampil eksis dengan cara jor-joran pamer kemewahan, pakai baju sexy atau posting hal negatif. Entah kenapa orang Indonesia senang sekali dengan hal-hal seperti itu. Padahal itu kan yang bikin ngedropin mental kita ya. Tapi demi kelancaran traffic website, mau gak mau tiap hari jadi ada semacam rasa terpaksa harus posting di sosmed gitu.


Algorithm Instagram dan Facebook juga menjadi tantangan terberat. Jika followers kita banyak, mayoritas aktif dan engagement melalui likes dan komen juga ada banyak. Akun kita akan sering tampil di Explore atau timeline orang. Hal ini menjadi nilai plus bagi akun yang followersnya di atas 200 ribu. Bagi yang followersnya masih di bawah 10 ribu seperti aku, menjadi perjuangan berat. Artinya kita harus berjuang lebih kreatif dan super untuk membuat akun kita bisa di lirik oleh jutaan followers di dunia atau setidaknya nongol di halaman Explore.


Insights Algorithm terkadang sangat ambigu. Insights ini adanya di akun yang sudah di set ke business. Aku kurang paham juga apakah laporan Insights tersebut valid atau tidak. Buktinya aku pernah post di prime time yang katanya jam followersku aktif. Nyatanya yang kasih likes cuman 20an. Pernah juga post di jam yang katanya sepi, gak taunya yang kasih love ada ratusan. Lalu, berdasarkan laporan Insights. Post foto sendiri lebih banyak disukai ketimbang foto objek. Padahal aku lebih senang foto objek. Ada ratusan likes untuk postingan foto sendiri dengan ukuran 4×5 horizontal atau vertikal. Sementara pernah, cuman ada 20 likes untuk postingan foto objek.

travelbeib instagram insights

Data antara jumlah likes di feeds Instagram dan likes plus reach feed posts melalui Insights. Jumlahnya ketimpang banget kan?

Ketimpang banget kan. In my humble opinon, mengikuti laporan Inisghts berasa kaya di kontrol sama mereka. That is why aku kembali set akunku ke personal saja dan post di jam-jam yang bisa aku pantau sendiri. Ya begitulah seluk beluk dunia sosmed. Yang penting, lebih baik stop main sosmed kalau kamu merasa di kontrol olehnya.


4. Konsisten


Konsistensi seorang blogger di lihat dari niche websitenya, gaya penulisannya, postingan feeds di sosmednya sampai teknik foto dan filter yang sering dia pakai. Jujur untuk postingan feeds di Instagram, sampai sekarang aku masih labil dalam menentukan theme mana yang paling sesuai. Bagi aku tiap foto punya kisah sendiri. Jadi kalau pakai filter yang sama, maknanya akan beda. Kalau untuk gaya penulisan di blog. Aku lagi berusaha nulis di 500-1000 kata, tapi ujung-ujungnya pasti lebih dari 1500 kata. Untuk Google Ad Sense sih bagus, tapi takutnya orang jadi bosen bacanya euy.

Menciptakan sangat mudah, tapi mempertahankan adalah bagian tersulit

Konsistensi is the key. Menurutku, ini adalah salah satu cara kita memaintain gaya khas kita supaya pembaca atau followers tidak melupakan kita. Saingan kita dengan jutaan blogger di dunia. Bolehlah kita lihat blogger lain untuk referensi. Tapi tidak boleh copy paste. Ingat, sesama blogger harus saling menghargai ya.


5. Komitmen


Langkah awal terberat seorang blogger adalah komit pada diri sendiri. Terutama komit untuk disiplin dalam membuat tulisan. Menjadi blogger sukses tidak akan terjadi dalam satu malam. Kecuali tulisan kamu viral. Tapi tetap ujung-ujungnya kembali ke no.4, yaitu konsisten. Karena being a blogger means you are the very own boss of yourself.


Untuk hasil yang maksimal, seorang blogger harus posting 1 blog dalam sehari. Kalau tidak bisa tiap hari, minimal ada 1 kali post dalam sebulan. Terkadang, sekali post dalam sebulan pun terasa sangat berat. Di situlah tantangannya dimana kita harus bisa melawan rasa malas pada diri sendiri.


The more you commit, the more income you will achieve

Aku pernah alami kemalasan yang akut setelah menulis postingan kedua. Ada jarak kekosongan selama 3 bulan dari postingan yang sebelumnya. Waktu itu rasanya udah mau give up aja karena udah males mikir. Tapi rasanya kok sia-sia ya kalau menyerah begitu saja. Kemudian banyak tawaran kerjasama melalui email. Lalu banyak DM dan komen yang bilang suka sama isi kontenku. Sampai akhirnya suatu hari, aku dapat email dari Google Ad Sense kalau blogku udah di approved sama Google. Rasanya bahagia sekali dan akupun jadi termotivasi lagi. Di dunia ini memang tidak ada yang sia-sia. Mungkin hasilnya tidak akan instan. But as long as you commit and love in what you’re doing. The rest will follow.


Sekian tips yang bisa ku berikan di pembukaan kategori Jadi Blogger ini. Semoga bisa berguna dan bermanfaat bagi Beibque semua. Enaknya apa yang perlu ku bahas lagi tentang dunia perbloggeran. Mohon kritik dan masukannya ya. Have a nice productive day Beib.

tips sebelum menjadi blogger ala travelbeib

Share ke Pinterest

  1. Kecewa Dengan Pelayanan Kereta Argo Bromo

  2. Bali Coffee Review: Uma Kopi

  3. Bali Review: Sunset Ship Bali

#travelblogger #bloggerperempuan #bloggerindonesia #tips #travelbeib

0 tampilan0 komentar

Postingan Terkait

Lihat Semua