Jadi Blogger Pemula

jadi blogger ala travelbeib

Mengawali postingan pertama di kategoriΒ Jadi Blogger,Β di sini aku ingin sharing cara menjadi blogger pemula berdasarkan pengalamanku. Bisa di bilang, aku masih pemain baru di bidang ini. Masih belum ada apa-apanya di bandingkan dengan blogger lama. Di bulan Februari inipun, TravelBeib berusia 11 bulan. Ibarat bayi, masih piyik dan pelan-pelan lagi belajar napak.

Cara Jadi Blogger Pemula

Walau masih piyik, ternyata banyak teman-teman yang DM ke aku viaΒ Instagram. Mereka meminta tips menjadi blogger dan juga menanyakan bagaimana caranya. Sungguh ada rasa terharu campur tidak pede juga di tanya begitu, karena akumah apatuh belum jadi siapa-siapa.Β Berhubung belum bisa menjawab satu per satu, ku pikir lebih baik menjawabnya di blogku saja.

Aku rasa, TravelBeib merupakan wadah yang pas untuk kita bisa saling berbagi. Di kategori inipun, ku khusus pakai bahasa Indonesia. Supaya bisa di baca oleh teman-teman yang Warga Negara Indonesia. Tentunya dengan gaya ceritaku yang apa adanya. Semoga dengan adanya aku berbagi di sini, kita bisa saling memotivasi dan menginspirasi satu sama lain.

Transisi Dari Pengusaha Ke Blogger

Sebelum memutuskan untuk menjadi blogger, aku punya perusahaan sendiri. Puluhan tahun kerjanya di bidang Periklanan dan Event Organizer. Untuk tahu portfolioku bisa lihat disini. Dulu, jam kerjaku sangat padat. Tahu sendiri kan bagaimana penatnya kehidupan dunia agency dan event seperti apa? Lalu aku bosan dan memutuskan ingin pensiun dini. Alasan utamanya karena ingin punya waktu lebih untuk keluarga, ingin ngerasain jadi nyonyah di rumah dan ingin menuhin hasrat terpendam menjadi penulis.  

From somebody to nobody. Itulah yang aku rasakan di dalam masa transisi. Jadi CEO di perusahaan sendiri, tanggung jawabnya besar. Tiap bulannya harus memberi gaji puluhan kepala keluarga, para singlewati dan jomblowan. Meski berat, tetapi masih jauh lebih enak. Karena ada mereka yang sebagai tim, orang keuangan dan sekretaris yang bisa membantu dan menyelesaikan semua pekerjaan. Jadi blogger tanggung jawabnya tidak sebesar CEO. Tapi, pekerjaannya tidak hanya menulis konten saja. Kamu juga harus bisa menjadi creative thinker, conceptor, editor, designer, fotografer dan content maker untuk branding diri sendiri, yaitu blog kamu.  

Sebenarnya bisa aja kamu membayar orang untuk mengerjakan semua itu. Tapi percayalah, hasilnya pasti akan beda. Waktu di awal, aku pernah bayar orang untuk bikin website. Eh gak taunya orangnya is gone. Dari situ akhirnya ku jadi belajar design website sendiri. Belajar cara menulis yang benar. Bikin konten yang SEO qualified. Belajar bikin filter foto #TravelBeibPresets di Lightroom. Dan masih banyak lagi yang ku pelajari sampai hari ini.

Selain belum rajin menulis, tantangan terberatku menjadi blogger adalah melawan rasa malas posting di sosial media. Sosmed masa kini tidak semenyenangkan seperti masa lalu. Padahal waktu awalnya ada Facebook, Instagram dan Path, aku terlalu sering posting di tiga sosmed tersebut. Berbekal dengan sering bepergian dan suka posting di sosmed. Ku pikir menjadi Travel Blogger bisa menjadi pekerjaan baru yang sangat mudah. Ternyata tidak semudah yang ku kira. Masa transisi dari pengusaha menjadi bloggerpun membutuhkan waktu selama 1.5 tahun, untuk adaptasi dan mendalami dunia perbloggeran.  

Apapun pekerjaan yang kita lakukan. Akan selalu ada plus minusnya. Yang di perlukan hanyalah ketekunan kita dalam menjalaninya.

Persiapan Jadi Blogger

Sebelum kamu memantapkan diri untuk menjadi blogger. Berikut ada 5 tips penting yang perlu kamu siapkan, berdasarkan pengalaman pribadiku. 

  1. Siapkan Mental

Untuk jadi seorang blogger, kamu harus siapkan mental untuk tahan banting, tidak boleh sensi, tidak boleh gampang sakit hati, tidak boleh sinis, harus terima kritikan (jika memang untuk perbaikan) dan tidak boleh sombong. Berat? Tentunya. Karena di luar sana akan selalu ada yang lebih bagus, lebih kreatif dan lebih jago daripada kita.

Di awal mulai ngeblog, jangan berharap akan dapat banyak dukungan dari teman terdekat. Alasannya karena banyak dari mereka yang malas baca, sangat sibuk, takut kehabisan quota dan bahkan ada yang memang gak suka aja kalau lihat temannya berkarya. Sad but true, tapi ini yang terjadi di aku. Di saat blogku baru tayang hanya ada 10% dari teman-temanku yang buka website TravelBeib. Bahkan banyak teman di grup WhatsApp pun yang sampai sekarang belum baca. Sedih? Pastinya. Tapi lucunya, justru 90% sisa pembacaku malah orang-orang dari negara dan kota lain yang semuanya tidak ada yang ku kenal.

Akan ada kalanya ketika kita sudah bikin tulisan dengan sepenuh hati dan jiwa. Taunya gak ada yang komen, meski banyak yang ngeview. Rasanya seperti menulis pada diri sendiri di diary. Ini terjadi di artikelku yang ini. Sampai detik ini pun juga belum ada yang komen. Eaaaa curcol, tapi gak boleh Baper. 

Tidak semua orang akan menyukaimu, tapi tidak semua orang akan membencimu

Kesel dan ngambek boleh, tapi jangan jadikan alasan untuk kita mandek berkarya. Karena tiap harinya akan selalu ada hal-hal baik yang bisa kita share ke dunia melalui tulisan kita.

2. Percaya Diri

Salah satu cita-citaku yang belum kesampaian dari dulu adalah jadi penulis. Di saat blogku udah mau tayang, tiba-tiba aku kena anxiety attack. Rasa percaya diriku langsung hilang dalam sekejap. Blogpun akhirnya baru tayang 3 bulan kemudian. Di pikiranku saat itu nongol berjuta “What If?”. Padahal the big “What If?” yang harus ku tanyakan dalam diriku adalah,

“What if I don’t do it now? I will never know.”

Ingat, di dunia ini ada 7.623.390.000 manusia. Berdasarkan DreamHost, ada hampir 409 juta orang di antaranya melihat lebih dari 23,7 miliar halaman blog setiap bulannya. Jadi kamu tidak perlu khawatir kalau gak bakalan ada yang baca blog kamu. Jika ingin membuat pembaca suka dengan tulisan kamu, kamu harus percaya diri akan kemampuan diri kamu sendiri.

3. Aktif Di Sosial Media

Sosmed bisa menjadi tempat yang menguntungkan sekaligus menghancurkan. Untung secara profit, hancur secara mental. Jujur, ini salah satu tantangan terberatku menjadi blogger. Harus aktif di sosmed di saat lagi enegnya sama sosmed. Tiap buka sosmed isinya orang ingin tampil eksis dengan cara jor-joran pamer kemewahan, pakai baju sexy atau posting hal negatif. Entah kenapa orang Indonesia senang sekali dengan hal-hal seperti itu. Padahal itu kan yang bikin ngedropin mental kita ya. Tapi demi kelancaran traffic website, mau gak mau tiap hari jadi ada semacam rasa terpaksa harus posting di sosmed gitu. 

Algorithm Instagram dan Facebook juga menjadi tantangan terberat. Jika followers kita banyak, mayoritas aktif dan engagement melalui likes dan komen juga ada banyak. Akun kita akan sering tampil di Explore atau timeline orang. Hal ini menjadi nilai plus bagi akun yang followersnya di atas 200 ribu. Bagi yang followersnya masih di bawah 10 ribu seperti aku, menjadi perjuangan berat. Artinya kita harus berjuang lebih kreatif dan super untuk membuat akun kita bisa di lirik oleh jutaan followers di dunia atau setidaknya nongol di halaman Explore.

Insights Algorithm terkadang sangat ambigu. Insights ini adanya di akun yang sudah di set ke business. Aku kurang paham juga apakah laporan Insights tersebut valid atau tidak. Buktinya aku pernah post di prime time yang katanya jam followersku aktif. Nyatanya yang kasih likes cuman 20an. Pernah juga post di jam yang katanya sepi, gak taunya yang kasih love ada ratusan. Lalu, berdasarkan laporan Insights. Post foto sendiri lebih banyak disukai ketimbang foto objek. Padahal aku lebih senang foto objek. Ada ratusan likes untuk postingan foto sendiri dengan ukuran 4×5 horizontal atau vertikal. Sementara pernah, cuman ada 20 likes untuk postingan foto objek.

travelbeib instagram insights
Data antara jumlah likes di feeds Instagram dan likes plus reach feed posts melalui Insights. Jumlahnya ketimpang banget kan?

Ketimpang banget kan. In my humble opinon, mengikuti laporan Inisghts berasa kaya di kontrol sama mereka. That is why aku kembali set akunku ke personal saja dan post di jam-jam yang bisa aku pantau sendiri. Ya begitulah seluk beluk dunia sosmed. Yang penting, lebih baik stop main sosmed kalau kamu merasa di kontrol olehnya.

4. Konsisten

Konsistensi seorang blogger di lihat dari niche websitenya, gaya penulisannya, postingan feeds di sosmednya sampai teknik foto dan filter yang sering dia pakai. Jujur untuk postingan feeds di Instagram, sampai sekarang aku masih labil dalam menentukan theme mana yang paling sesuai. Bagi aku tiap foto punya kisah sendiri. Jadi kalau pakai filter yang sama, maknanya akan beda. Kalau untuk gaya penulisan di blog. Aku lagi berusaha nulis di 500-1000 kata, tapi ujung-ujungnya pasti lebih dari 1500 kata. Untuk Google Ad Sense sih bagus, tapi takutnya orang jadi bosen bacanya euy.

Menciptakan sangat mudah, tapi mempertahankan adalah bagian tersulit


Konsistensi is the key. Menurutku, ini adalah salah satu cara kita memaintain gaya khas kita supaya pembaca atau followers tidak melupakan kita. Saingan kita dengan jutaan blogger di dunia. Bolehlah kita lihat blogger lain untuk referensi. Tapi tidak boleh copy paste. Ingat, sesama blogger harus saling menghargai ya.

5. Komitmen

Langkah awal terberat seorang blogger adalah komit pada diri sendiri. Terutama komit untuk disiplin dalam membuat tulisan. Menjadi blogger sukses tidak akan terjadi dalam satu malam. Kecuali tulisan kamu viral. Tapi tetap ujung-ujungnya kembali ke no.4, yaitu konsisten. Karena being a blogger means you are the very own boss of yourself.

Untuk hasil yang maksimal, seorang blogger harus posting 1 blog dalam sehari. Kalau tidak bisa tiap hari, minimal ada 1 kali post dalam sebulan. Terkadang, sekali post dalam sebulan pun terasa sangat berat. Di situlah tantangannya dimana kita harus bisa melawan rasa malas pada diri sendiri.  

The more you commit, the more income you will achieve

Aku pernah alami kemalasan yang akut setelah menulis postingan kedua. Ada jarak kekosongan selama 3 bulan dari postingan yang sebelumnya. Waktu itu rasanya udah mau give up aja karena udah males mikir. Tapi rasanya kok sia-sia ya kalau menyerah begitu saja. Kemudian banyak tawaran kerjasama melalui email. Lalu banyak DM dan komen yang bilang suka sama isi kontenku. Sampai akhirnya suatu hari, aku dapat email dari Google Ad Sense kalau blogku udah di approved sama Google. Rasanya bahagia sekali dan akupun jadi termotivasi lagi. Di dunia ini memang tidak ada yang sia-sia. Mungkin hasilnya tidak akan instan. But as long as you commit and love in what you’re doing. The rest will follow. 

Sekian tips yang bisa ku berikan di pembukaan kategori Jadi Blogger ini. Semoga bisa berguna dan bermanfaat bagi Beibque semua. Enaknya apa yang perlu ku bahas lagi tentang dunia perbloggeran. Mohon kritik dan masukannya ya. Have a nice productive day Beib. 

tips sebelum menjadi blogger ala travelbeib
Share ke Pinterest
  1. Kecewa Dengan Pelayanan Kereta Argo Bromo
  2. Bali Coffee Review: Uma Kopi
  3. Bali Review: Sunset Ship Bali

XoXo, Travelbeib Signature on About Page

Recent post:

24 comments

  1. Artikelnya bagus mbak.
    Perkenalkan saya blogger baru mbak. Saya terkadang suka minder memposting artikel saya sih di sosial media saya. minder karena ntr nantinya di ketawain teman karena mungkin artikel saya kurang bagus. Dan rasa minder itu kadang membuat saya tidak konsisten untuk menulis di blog. Tetapi tulisan mbak ini membangkitkan semangat saya. Semoga saya bisa lebih percaya diri dan konsisten dalam blogging πŸ™‚

    1. Hi Wina,
      Salam kenal. Terima kasih sudah mampir ke blogku. I really appreciate it.
      Di awal ngeblog akupun sering ngerasa begitu. Dari situ aku belajar bahwa selama kita punya niat dan tujuan yang baik, kita harus kuatkan mental karena rintangan terbesar datangnya dari dalam kita sendiri. Dan selama kita nulisnya dari hati, pasti akan selalu ada yang baca.
      Kamu pasti bisa. Kita saling menyemangati satu sama lain ya Wina πŸ™‚

    1. Awwwww thank you so much Mbakku sayang. It means a lot to me. Berawal dari curhatan hati ya mbak sampai bisa terbuatnya artikel ini.
      Yasss sosmed itu kejam tapi kita butuh. Tapi selalu ada 1000 jalan menuju Roma. Daripada musingin IG mending kita main di Pinterest aja yessss 😍

  2. Salam kenal mbak. Saya berencana menjadi profesional blogger dan sudah membuat blog dengan domain sendiri. Terimakasih tipsnya mbak sangat bermanfaat.😊

    1. Halo Ismi,
      Salam kenal. Welcome to Bloggers Life.
      Di tunggu tulisannya. Ayo kita saling menyemangati satu sama lain πŸ™‚
      Terima kasih banyak ya sudah mampir ke blogku.. I really appreciate it.

  3. Halo mba shastri.
    Saya cukup tertarik dengan judul postingannya sehingga saya jadi pengen baca. Dari tips yang diberikan, saya menyimpulkan kalau ini adalah tips menjadi blogger pemula dengan cacatan “blogger” sebagai sebuah profesi.

    Karena, saya pribadi telah membuat blog sejak tahun 2010 sebagai hobi dan diari aja. Dan kayaknya diawal-awal saya tidak memikirkan persiapan mental,,,hehe. Semua postingan saya buat tanpa beban dan mengalir begitu saja. Dan tidak mempedulikan ada yg komen atau tidak.

    Tapi saya salut dengan mba, ga heran lagi blog travelbeib yang katanya baru akan berumur 11 bulan tp bisa bagus kayak gini. Kuncinya adalah tips tadi.

    1. Hi Dila,
      So sorry for the late reply.
      Iyess bener sebagai profesi.
      5 tahun yang lalu ku juga bikin di wordpress, tapi isinya baru ada 3 post. Abis itu bingung mau curhat apa. Sampai akhirnya ku memutuskan untuk seriusin aja. Nah di fase belajar itulah ku sempet ngerasain ups & downs karena gak PD.
      Tapi kamu hebat banget udah ngeblog selama 9 tahun. Trus langkah kamu selanjutnya bagaimana? Sekarang udah di seriusin kan?
      Salam kenal ya dan terima kasih banyak sudah main ke blogku. I really appreciate it πŸ™‚

  4. Hallo kak Shastri salam kenal ya..!

    Tulisan ini memotivasi sekali, kupunya blog yang udah usang dan angker karena kurang percaya diri untuk memulai menulis lagi..!!

    Terimakasih sudah menginspirasi, untuk menguatkan mental…
    πŸ™‚

    1. Hi Sandra,
      Salam kenal πŸ™‚
      Terima kasih banyak ya sudah main ke blogku. It really means a lot to me. Apalagi kita bisa saling memotivasi satu sama lain.

      Ayooo panaskan lagi semangatmu dan hidupkan kembali blogmu. Pasti kamu bisa. Karena setiap hari, akan selalu ada hal menarik yang bisa kita bagikan ke dunia melalui tulisan kita. XoXo.

  5. hi kak Shastri salam kenal ya…

    tulisan ini memotivasi banget untuk aku yang pemula, jadi pengin memulai menulis lagi…huhuhu..puya blog yang kubiarkan bersarang lama syekali..

    dan karena sudah terlalu lama tidak aktif, jadi merasa kurang percaya diri…

    Memang perlu syekali untuk menguatkan mental kita ya kak untuk memulai…

  6. Halo Mbak Shastri,
    “Tidak semua akan menyukaimu tapi tidak semua akan membencimu” itu kata-kata yang bener-bener ngebuat tersenyum sendiri. Ngingetin lagi untuk ga selalu negative thinking. Ini refreshing banget artikelnya terima kasih banyak! Selain konsistensi, finding our own voice itu ga mudah ya… Tapi setuju banget sekarang lelah sekali liat sosmed… Akhirnya saya lebih sering buka account blog saya dibanding account pribadi, karena di account blog rasanya lebih nyaman aja memilih siapa yang mau di-follow… Tidak harus merasa guilty karena minta difollow balik.

    1. Hi Fiola,
      Terima kasih banyak ya sudah main ke blogku. I really appreciate it.
      Iyessss benarrrr. Tantangan terbesar kita sebagai blogger adalah memaintain konsistensi. Aku juga sama banget kaya kamu. Lebih sering buka akun blog ketimbang akun pribadi. Karena di akun pribadiku isinya cuman temen yg kepo doang. Bukannya memotivasi malah bikin emosi. Dari pada mikirin itu, lebih baik kita mikirin bikin konten yang bagus aja ya. Untuk saat ini ku lagi seneng banget main Pinterest ketimbang IG. Isinya menyenangkan sekali. Untuk traffic blogpun juga bagus. Kamu main Pinterest juga gak?

  7. Hai mbak Shastri, salam kenal sebelumnya. terimakasih tips nya mbak.. paling love banget sama quote β€œWhat if I don’t do it now? I will never know.”
    dari kelima tips diatas, tips no 2 adalah yang paling harus saya lakukan. Padahal sejujurnya, saya gak pedean orangnya. padahal saya sadar sih, masalah ketidakpedean solusinya ada di diri kita sendiri.

    1. Hi Nindy,
      Most welcome πŸ™‚
      Satu tips penting dari aku. Kalau rasa gak pedeku kambuh, aku stop main hp selama 1-2 hari (kecuali terima telpon).
      Di saat seperti itu, lebih baik aku baca buku daripada buka sosmed atau baca Whatsapp group (aku ada 45 grup πŸ˜‚). Hal ini lebih ke mendetoxkan pikiranku supaya aku gak over thinking.

      At the end of the day, kita yang mempunyai kuasa lebih untuk mengkontrol diri sendiri. Di saat kita sudah tenang, kita dapat mengevaluasi kembali tulisan yang sudah pernah kita tulis dan next stepnya bisa do more action untuk goals kita.
      I know you can do this Nindy πŸ™‚

      Terima kasih banyak ya sudah main ke blogku. I really appreciate it.

  8. Wahh baru sebelas bulas, tapi harus saya akui ini luar biasa lho mbak… liat dari blognya aja seolah-olah mbak memang udah lama ngeblog… tapi nyatanya masih baru.

    Dan saya sslut sekaligus kaget sih, dsri CEO pindah jadi blogger… itu keputusan yang luar biasa, antara luar biasa kerennya atau luar biasa “ngeri” nya, hahaha…

    Berani ambil resiko ciri2 orang strong

    1. Hi Mas Sabda,
      Waaahhh apa yang mas bilang, it means a lot to me. Aku sampai tersipu malu bacanya.
      Iyaa, lumayan ngeri ya keputusanku. LoL. Tapi yang namanya hidup akan selalu ada pilihan kan ya. Tinggal bagaimana kita jalaninnya. Every day is a learning process πŸ™‚

      Btw, aku juga mau belajar dari Mas. Isi blognya baguss dan sangat bermanfaat. Terima kasih banyak ya mas, udah main ke blogku. I really appreciate it.

  9. Halo, Mbak Shastri. Salam kenal, ya. Aku termasuk pendatang baru di dunia perbloggingan – sekitar lima bulan – meskipun usia blogku sudah di atas lima tahun, whoaaa. Dulu nggak kepikiran untuk rajin menulis. Blog pun dibuatkan oleh seorang teman dan dibayari sama dia sampai sekarang. Asyik, ya? Keterlaluan kalau aku sampai malas menulis.

    Aku merasakan betul semua yang Mbak tuliskan di sini. Soal jangan baper, pernah juga merasakan dijulidin sama yang senior-senior sampai aku nggak ingin datang lagi ke suatu event. Ah, namanya juga masih bayi. Digituin langsung mau pingsan. Tapi sekarang-sekarang ini, aku sedang berusaha konsisten mengisi blog, nih. Semogaaa seterusnya …

    1. Hi Mbak Melina..
      Salam kenal πŸ™‚
      Huwaaaaa gimana itu rasanya 5 tahun serasa 5 bulan. Enak banget udah di buatin dan dibayarin pula. Mau dong kenalan sama temennya juga πŸ™ˆ
      Ternyata Jadi Blogger itu syulit yaa, tapi membuatku jadi belajar untuk saling menghargai perjuangan sesama blogger. Untungnya aku ada di komunitas Blogger Perempuan yang komunitasnya saling menyemangati satu sama lain. Yukk Mbak, mari kita saling mengingatkan satu sama lain supaya lebih konsisten, demi masa depan yang tiap harinya terima bayaran $$$$$$$. Ya kaaan? πŸ˜™πŸ˜™

      Terima kasih banyak ya Mbak sudah main ke blogku. I reaaly appreciate it.

  10. Mbak keren banget bisa ambil keputusan besar seperti itu. Semoga tetap jalan dan semakin berkembang ya mbak blognya.

    Untuk urusan menulis blog, saya juga sering banget bermasalah dengan rasa percaya diri. Kadang pas mau nulis gitu kan saya biasanya browsing untuk riset tema yang akan ditulis, bukannya semakin banyak menemukan ide tapi malah minder duluan kalau baca tulisan-tulisan keren πŸ™ tantangan ini yang susah banget buat dihindari.

    1. Hi Mbak Elisa,
      Asleiikkk. Awalnya berat banget. Ternyata jadi pengusaha lebih mudah daripada jadi blogger. Tapi yang namanya hidup akan selalu ada pilihan. Tinggal bagaimana kitanya yang milih untuk jalaninya. Dalam hal ini, keinginan terberatku adalah bisa punya banyak waktu dengan keluarga. Jadi aku akan jalanin apapun itu.
      Akupun juga sering ngalamin seperti mbak pas di bagian riset. Gokiillll ya liat orang jaman sekarang pada kreatif2 banget. Belum lagi liat Youtube yang isinya anak2 muda yang lebih kreatif lagi.
      Awalnya ku sempet jiper juga, tapi lama kelamaan ku anggap mereka motivasi. Yg penting kita harus tetap jadi diri kita sendiri dalam menyampaikan sebuah cerita, tentunya dengan gaya khas kita. Ini yang nantinya akan menjadi ciri khas kita. Ayoooo kita saling menyemangati satu sama lain ya mbak. Kamu pasti bisa 😊
      Terima kasih banyak ya sudah main ke blogku. I really appreciate it. Xoxo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.